Selasa, 23 Maret 2010
Sebuah gerakan peduli yang datang dari masyarakat bawah Kabupaten Lampung Selatan, menyerahkan sebuah konsep program daur ulang sampah berkelanjutan yang merupakan rangkaian program go green Kabupaten Lampung Selatan.
Dengan memulai pelatihan kepada sekitar 20-an orang dari 78 desa di Kabupaten Lampung Selatan tentang pengelolaan sampah menjadi pupuk kompos dengan Instruktur Ibu Etty Riyani dosen dari IPB Bogor dan Ibu Marissa Haque yang juga mahasiswa kelas Doktor disana terkait dengan sustainable development dalam pembangunan berkelanjitan melalui salah satunya aktivitas daur ulang sampah. Diungkapkan oleh mereka berdua tentang perlunya perilaku masyarakat untuk peduli terhadap pengelolaan sampah. ”Perilaku masyarakat untuk peduli terhadap permasalahan sampah adalah yang paling penting, tanpa adanya kepedulian masyarakat untuk mengelola sampah maka program daur ulang sampah menjadi pupuk kompos ini tidak akan berjalan secara maksimal,” tutur kedua ibu tersebut yang sering terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosial. Mereka juga menuturkan akan perlunya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat. “Sampah adalah permasalahan bersama, apabila kita kreatif untuk mengelola sampah, maka bisa dijadikan kompos yang tentunya akan membuka peluang kerja bagi masyarakat,” ujar mereka berdua.
Dalam acara penyerahan perangkat produksi daur ulang sampah menjadi kompos ini digelar juga uji coba pengolahan sampah dengan alat pencacah sampah dan tata cara mengolah sampah sampai menjadi pupuk kompos. Masyarakat terlihat antusias menyaksikan ujicoba pengolahan sampah yang diperagakan oleh relawan Kabupaten Lampung Selatan. (mus)